Kerja Sama

Untuk mendukung pelaksanaan program dan layanan secara optimal, Migrant Service Center Universitas Hasanuddin menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

1. Kerja Sama dengan Pemerintah

  • Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)
  • Kementerian Ketenagakerjaan
  • Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota
  • Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait

Kerja sama ini difokuskan pada sinkronisasi kebijakan, layanan penempatan, pelindungan pekerja migran, serta program pemberdayaan berbasis daerah.

2. Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

  • Perguruan tinggi dalam dan luar negeri
  • Balai latihan kerja (BLK) dan lembaga pelatihan
  • Lembaga sertifikasi profesi (LSP)

Kolaborasi dilakukan untuk pengembangan kurikulum, pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pekerja migran.

3. Kerja Sama dengan Dunia Usaha dan Industri

  • Perusahaan penempatan pekerja migran resmi
  • Mitra industri dalam dan luar negeri
  • Asosiasi profesi dan sektor industri

Kerja sama ini bertujuan memperluas akses peluang kerja yang legal, aman, dan sesuai dengan kompetensi pekerja migran.

4. Kerja Sama dengan Lembaga Internasional dan Organisasi Non-Pemerintah

  • Organisasi internasional terkait migrasi dan ketenagakerjaan
  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang pekerja migran
  • Mitra pembangunan internasional

Fokus kerja sama meliputi penguatan pelindungan, advokasi, pendampingan kasus, serta pengembangan program berkelanjutan.

5. Kerja Sama dengan Alumni dan Komunitas Migran

  • Jejaring alumni Universitas Hasanuddin
  • Komunitas pekerja dan purna pekerja migran

Kerja sama ini diarahkan pada penguatan mentoring, berbagi pengalaman, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.