Berangkat dari realitas bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pekerja migran terbesar di dunia, kebutuhan akan sistem pelindungan dan peningkatan kualitas tenaga kerja migran menjadi semakin mendesak. Di tengah peluang kerja global yang terbuka luas, masih banyak calon pekerja migran yang berangkat tanpa persiapan memadai, baik dari sisi kompetensi, informasi, maupun perlindungan hukum.
Universitas Hasanuddin, sebagai perguruan tinggi terkemuka di kawasan Indonesia Timur, melihat tantangan ini bukan hanya sebagai persoalan nasional, tetapi juga sebagai panggilan pengabdian. Dengan kekuatan akademik, sumber daya manusia, dan jejaring kemitraan yang dimiliki, Unhas menyadari bahwa kampus dapat berperan lebih jauh—tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi calon dan purna pekerja migran.
Kesadaran tersebut kemudian bertemu dengan komitmen pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk melibatkan perguruan tinggi dalam tata kelola pekerja migran yang lebih terstruktur, aman, dan berkelanjutan. Dari sinilah gagasan pembentukan Migrant Service Center Universitas Hasanuddin mulai dirumuskan.
MSC Unhas dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan edukasi, pelatihan, pendampingan, dan perlindungan pekerja migran dari hulu ke hilir. Tidak hanya berfokus pada tahap pra-keberangkatan, MSC juga diharapkan hadir dalam proses pendampingan selama bekerja hingga reintegrasi sosial dan ekonomi setelah kembali ke tanah air.
Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait, MSC Unhas menjadi ruang sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat. Peluncuran MSC ini menandai langkah strategis Universitas Hasanuddin dalam memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing global, bermartabat, dan terlindungi.
Dengan hadirnya Migrant Service Center, Universitas Hasanuddin menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendampingi pekerja migran Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera.
